Sumatera

Pengabdian Kolaboratif di Desa Kampung Baru Sijunjung Perkuat Perlindungan Warisan Budaya

  Laporan : Suara Riau
   : info@suarariau.co
  2026-07-11 13:49:59 WIB
Pertemuan antara Tim Program Kemitraan Masyarakat Daerah Binaan (PKM-DB) Universitas Andalas dan Institut Seni Indonesia Padangpanjang, bersama Desa Kampung Baru, Kecamatan Kupitan, Kabupaten Sijunjung, Sabtu (11/7/2026). Foto: ist

SuaraRiau.co -SIJUNJUNG-Tim Program Kemitraan Masyarakat Daerah Binaan (PKM-DB) Universitas Andalas, kembali melakukan kunjungan ke Desa Kampung Baru, Kecamatan Kupitan, Kabupaten Sijunjung, Sabtu (11/7/2026). 

Kegiatan ini dipimpin Prof Dr Ir Firda Arlina, MSi, IPU. dan berkolaborasi dengan Institut Seni Indonesia Padangpanjang melalui Program Pengabdian Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM). 

Kunjungan kali ini difokuskan pada pembinaan, pendataan, dan pengembangan potensi warisan budaya takbenda serta objek yang diduga sebagai cagar budaya. Bidang kebudayaan menjadi bagian penting dalam program pengabdian yang sejak awal dirancang untuk mengintegrasikan pertanian, peternakan, UMKM, pariwisata, dan potensi budaya lokal. 

Desa Kampung Baru telah memiliki dua karya budaya yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia, yaitu Gulai Umbuik Batang Pisang dan Marinai. Selain itu, masih terdapat kekayaan budaya lain yang perlu didokumentasikan dan dikembangkan, antara lain Talempong Pitunang Urang Bunian. 

Desa ini juga memiliki sejumlah makam tua yang diduga memiliki nilai penting sebagai cagar budaya dan berkaitan dengan sejarah perkembangan masyarakat setempat. 

Prof Firda Arlina menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat perlu dilakukan secara terpadu dengan bertolak dari kekuatan lokal yang dimiliki desa. 

“Desa Kampung Baru memiliki potensi yang sangat lengkap. Selain pertanian, peternakan, UMKM, dan pariwisata, desa ini juga mempunyai kekayaan budaya yang kuat. Kebudayaan perlu ditempatkan sebagai identitas sekaligus kekuatan dalam pengembangan desa,” ujarnya. 

Menurutnya, kolaborasi lintas perguruan tinggi memberikan ruang bagi penguatan program dari berbagai disiplin keilmuan. Universitas Andalas berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi desa, sedangkan Institut Seni Indonesia Padangpanjang memperkuat aspek seni, tradisi, dokumentasi, dan pewarisan budaya. 

Kepala Desa Kampung Baru, Jalnibubus, menyambut baik kunjungan dan pendampingan tersebut. Ia menilai masih banyak kekayaan budaya serta tinggalan sejarah desa yang belum tercatat secara sistematis. “Kami berharap pendampingan ini dapat membantu mendata dan melindungi kekayaan budaya Desa Kampung Baru. Tradisi, kesenian, dan makam-makam tua yang ada perlu dikenalkan kepada generasi muda agar tidak hilang dan tetap menjadi bagian dari identitas desa,” katanya. 

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menyusun data kebudayaan desa secara lebih lengkap, melibatkan pemangku adat, pelaku seni, tokoh masyarakat, dan generasi muda. Dokumentasi tersebut selanjutnya dapat menjadi dasar bagi pelindungan, pengusulan, pengembangan, serta pemanfaatan warisan budaya secara bertanggung jawab. 

Melalui kolaborasi ini, Desa Kampung Baru diharapkan tumbuh sebagai desa binaan yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga memiliki kesadaran kuat dalam menjaga sejarah dan warisan budayanya. *** rls 

Penulis : Suara Riau
Editor : siswandi
Kategori : Sumatera
Jumlah Pembaca : 8