SuaraRiau.co - PELALAWAN, - Balai Bahasa Provinsi Riau (BBPR) melaksanakan kegiatan rapat koordinasi (Rakor) membicarakan rencana kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD).
Kegiatan rakor yang dilaksanakan Selasa, 23 Februari 2026 dilangsungkan di ruang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Diknasbud) Kabupaten Pelalawan dihadiri langsung Kepala Balai Bahasa Riau Dr Umi Kulsum dan sejumlah tim Molinbastra dari Balai Bahasa Provinsi Riau.
Dari Diknasbud Kabupaten Pelalawan hadir diantaranya Wawan Surbekti, M.Pd yang mewakili kepala dinas.
Kepala Balai Bahasa Riau Dr Umi Kulsum mengatakan setelah rangkaian kegiatan koordinasi ini, Diknasbud Kabupaten Pelalawan yang diwakili Wawan mendukung penuh kegiatan yang dilakukan Balai Bahasa Riau yakni RBD yang akan dilaksanakan pada tahun 2026 ini di Kabupaten Pelalawan.
Dinas pendidikan akan mencarikan peserta dan bertanggung jawab terhadap penyedian peserta sebanyak 58 orang peserta dari SD dan SMP di Kabupaten Pelalawan.
“Kami menargetkan dari Diknasbud akan mengukir prestasi di tingkat provinsi sampai ke tingkat nasional dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tahun 2026 ini.
Setelah rangkaian koordinasi ini Insya Allah setelah lebaran diperkirakan di bulan April akan ada Bimtek guru master yang akan menghadirkan 58 peserta yang berasal dari guru dan kepsek SD dan SMP di Kabupaten Pelalawan.
Kegiatan ini akan berlangsung selama 3 hari dan akan melatih para guru dan kepsek dalam kegiatan bersastra dengan tujuh kegiatan.
“Yaitu kemampuan menulis cerpen berbahasa Melayu Riau, berpidato berbahasa Melayu Riau, mendongeng berbahasa Melayu Riau, komedi tunggal berbahasa Melayu Riau menulis Srab Melayu dan tembang tradisi,’ papar Umi Kulsum.
Semua akan diampuni oleh maestro yaitu orang yang akan mengajarkan para guru dan kepala sekolah selama 3 hari dengan kemampuan 7 bersastra.
Setelah para guru dan kepsek dilatih nanti mereka berkewajiban mengimbaskan tujuh kemampuan bersastra tersebut kepada siswa dan guru masing-masing di sekolah dengan target pengimbasan masing-masing peserta adalah 20 orang minimal tapi boleh lebih.
“Itulah yang akan dilakukan peserta bimtek setelah dilakukan bimtek nanti di bulan April,’ jelasnya.
Setelah itu nanti akan ada pemantauan kegiatan pengimbasan yang akan dilakukan oleh pihak Balai Bahasa Riau ke sekolah masing-masing.
Usai kegiatan pengimbasan akan dilanjutkan dengan kegiatan perlombaan yaitu melombakan dalam kegiatan FTBI tingkat Kabupaten Pelalawan sekitar bulan September 2026.pesertanya adalah sekolah-sekolah yang sudah dapat pengimbasan
Setelah FTBI tingkat kabupaten akan dipilihlah ke tingkat provinsi yang akan diadakan FTBI tingkat provinsi Riau pada bulan November.
Pada acara FTBI tingkat provinsi ini anak anak yang berprestasi akan sediakan trofi,uang tunai dan sertifikat sebagai bentuk apresiasi dari Balai Bahasa Riau.
Pada tahun depan bagi mereka yang menang di bulan November akan ada selebrasi di tingkat nasional di Jakarta tahun berikutnya.
Balai Bahasa berharap Diknasbud Pelalawan mendukung penuh kegiatan ini, dan memberikan masukan siapa maestro yang pantas yang akan ditunjuk pada tujuh kegiatan bersastra tersebut .(****)