Kuantan Singingi

Perkuat Identitas, 58 Guru Siap Jadi Guru Utama 

  Laporan : Suara Riau
   : info@suarariau.co
  2026-05-15 14:01:02 WIB
Balai Bahasa Provinsi Riau melaksanakan kegiatan Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) di Taluk Kuantan/ist

SuaraRiau.co -TALUK KUANTAN – Sebanyak 58 guru SD dan SMP di Kabupaten Kuantan Singingi mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Utama Revitalisasi Bahasa Melayu Riau yang digelar Balai Bahasa Provinsi Riau (BB Riau) pada 12—13 Mei 2026. Bertempat di aula SMPN 6 Kuantan Singingi,

kegiatan ini bertujuan mencetak pendidik yang mampu menjadi penggerak utama dalam menjaga marwah bahasa ibu di lingkungan sekolah. Melalui pendekatan kreatif seperti mendongeng hingga menulis aksara Melayu, para guru disiapkan untuk mentransfer kekayaan linguistik kepada siswa dan guru.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau, Dr. Umi Kulsum, menegaskan bahwa Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) bukan sekadar program rutin, melainkan langkah krusial untuk menyelamatkan identitas bangsa. Menurutnya, Bahasa Melayu Riau adalah fondasi karakter masyarakat yang menyimpan nilai luhur dan kearifan lokal. Jika guru sebagai garda terdepan gagal mewariskan bahasa ini, maka Riau terancam kehilangan akar budayanya di masa depan.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kuansing, Napisman, yang membuka acara tersebut, menyatakan dukungannya terhadap penguatan peran guru ini. Ia menilai bahwa di tengah gempuran digitalisasi, bahasa daerah seringkali dianggap kuno, padahal di sanalah letak jati diri asli orang Melayu. Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi berkomitmen untuk memastikan hasil Bimtek ini diimplementasikan secara nyata di ruang-ruang kelas.

Dalam kesempatan tersebut, para peserta dibekali materi dari narasumber ahli, mulai dari komedi tunggal oleh Hasven hingga penulisan aksara Melayu oleh Kudri. Keberagaman materi ini diharapkan membuat pembelajaran bahasa daerah menjadi lebih menyenangkan bagi siswa. Sebagai bentuk apresiasi terhadap literasi lokal, Kepala BBR juga menyerahkan buku bacaan anak dwibahasa dialek Kuansing kepada delapan penulis lokal yang telah berkarya tahun 2025. 

Target akhir dari pelatihan ini adalah pengimbasan materi kepada siswa di sekolah masing-masing sebagai persiapan menuju Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2026. Dengan adanya wadah kompetisi tersebut, diharapkan kecintaan siswa terhadap Bahasa Melayu Riau semakin tumbuh. Kembalinya bahasa daerah ke dalam percakapan sehari-hari generasi muda menjadi indikator keberhasilan dari gerakan revitalisasi yang dimulai dari bangku sekolah ini. 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Disdikpora Kuansing Zulmaswan dan Kepala Bagian Kesenian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kuantan Singingi, Alpion. (*** rls)

Penulis : Suara Riau
Editor : Elpi Alkhairi
Kategori : Kuantan Singingi