Nasional

Setelah Beras, Selanjutnya RI Bidik Swasembada Jagung Hingga Gula

  Laporan : siswandi
   : info@suarariau.co
  2026-01-27 10:10:49 WIB
Ilustrasi

SuaraRiau.co -DAVOS- Pemerintah menegaskan bahwa agenda swasembada pangan nasional tidak berhenti pada beras. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memastikan target bebas impor juga diarahkan ke komoditas strategis lain, seperti jagung dan gula, hingga sumber protein lainnya. Rencana ini ditargetkan akan terwujud dalam empat tahun ke depan.

Di hadapan para pemimpin dunia dalam World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1) lalu, Prabowo mengungkapkan, swasembada beras yang kini dicapai Indonesia, awalnya ditargetkan empat tahun. Namun dalam waktu setahun, target itu bisa diwujudkan. 

Berdasarkan kondisi itu,Presiden  Prabowo optimis target swasembada komoditas lain juga dapat direalisasikan.

“Saya yakin dalam empat tahun ke depan, kita akan swasembada dalam produk pangan lainnya, jagung, gula, protein," ujarnya. 

Prabowo juga menegaskan,  Indonesia tetap terbuka terhadap integrasi ekonomi global. Menurutnya, berbagai perjanjian perdagangan dan kemitraan ekonomi terus diperluas dengan mitra internasional demi menciptakan pertumbuhan yang saling menguntungkan.

“Kita adalah negara perdagangan selama ratusan tahun. Kita sekarang menyimpulkan perjanjian perdagangan, bukan karena itu sedang tren, tetapi kita menganggapnya perlu. Kita percaya pada konsep saling menguntungkan," ujarnya.

Dikatakan, perdagangan yang adil tidak mengancam kedaulatan negara. Indonesia memiliki visi menjadi negara modern yang terintegrasi dengan ekonomi global, sekaligus bebas dari kemiskinan melalui tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan efisien.

Sejalan dengan arahan Presiden, Kementerian Pertanian juga memperluas fokus swasembada ke komoditas kedelai. 

Seperti dituturkan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Yudi Sastro, pemerintah akan mendorong kemandirian kedelai secara bertahap mulai tahun ini.

“Swasembada beras, jagung, lalu masuk kedelai. Kemudian nanti pangan yang lain,” ujarnya. 

Ditambahkannya, pada 2026 pemerintah menargetkan perluasan areal tanam kedelai hingga 73 ribu hektare yang difokuskan di sentra produksi seperti Jawa Tengah, Jawa Timur dan Lampung.

Upaya tersebut didukung melalui bantuan benih, pupuk bersubsidi, serta alat dan mesin pertanian guna memperkuat produksi dalam negeri.***

Penulis : siswandi
Editor : siswandi
Kategori : Nasional