Dumai

Merawat Kebangsaan Di Tanah Rantau: Sosialisasi 4 Pilar MPR RI Bersama IMSB Riau

  Oleh : Suara Riau
   : info@suarariau.co
  2025-12-12 18:02:21 WIB
(Foto;ist)

SuaraRiau.co - Keberagaman latar belakang sosial dan budaya di wilayah perantauan menjadi kekuatan penting dalam menjaga persatuan bangsa. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang diselenggarakan bersama Ikatan Masyarakat Sumatera Barat (IMSB) dan masyarakat sekitar wilayah Provinsi Riau, Kamis (11/12/25) di Wak Keken Coffe, Kota Dumai.

Kegiatan ini diikuti oleh ratusan orang yang terdiri dari tokoh masyarakat, ninik mamak, pemuda, serta perwakilan keluarga perantau Minangkabau yang menetap dan beraktivitas di Riau. Sosialisasi bertujuan memperkuat kesadaran kebangsaan komunitas perantau agar tetap berakar pada budaya asal, sekaligus berkontribusi aktif dalam kehidupan sosial di daerah tempat bermukim.

Anggota MPR RI dari unsur DPD RI Dapil Riau, Arif Eka Saputra, S.PI ya g juga selaku narasumber menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, memiliki relevansi kuat dengan nilai-nilai kearifan lokal Minangkabau, yang menjunjung tinggi musyawarah, persaudaraan, dan keadilan sosial.

“Falsafah adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah sejatinya sejalan dengan Pancasila. Inilah kekuatan bangsa kita: nilai lokal yang menguatkan nilai nasional,” ujar Arif dalam penyampaiannya.

Ia menekankan bahwa masyarakat perantau memiliki peran strategis sebagai jembatan budaya dan perekat sosial di tengah masyarakat multietnis seperti Riau. Oleh karena itu, menjaga harmoni sosial, menghormati adat setempat, serta aktif dalam kegiatan kemasyarakatan merupakan wujud nyata pengamalan Empat Pilar Kebangsaan.

Pengurus IMSB Riau menyampaikan bahwa sosialisasi ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat Sumatera Barat di perantauan untuk tetap menjunjung tinggi nilai persatuan dan tidak terjebak pada sikap eksklusif.

“Kami hidup berdampingan dengan berbagai suku dan latar belakang. Kebersamaan ini harus dirawat dengan saling menghormati dan berkontribusi positif bagi daerah tempat kami mencari penghidupan,” ujar Dt. Bendaro Ismet.

Antusias peserta tampak begitu tinggi mengikuti acara, mengingat IMSB sendiri baru kali ini diajak untuk berkegiatan yang diselenggarakan oleh lembaga Negara seperti MPR RI.

Dialog berlangsung hangat dan reflektif. Sejumlah peserta menyampaikan pandangan mengenai tantangan menjaga identitas budaya di tengah perubahan sosial, serta pentingnya peran organisasi kemasyarakatan dalam mencegah gesekan sosial antarwarga.

Menutup kegiatan, Arif Eka Saputra mengajak IMSB Riau untuk terus menjadi mitra strategis negara dalam memperkuat persatuan bangsa melalui pendekatan budaya dan keteladanan sosial.

“Menjaga Indonesia tidak selalu dilakukan dari pusat kekuasaan. Dari komunitas perantau yang rukun dan produktif, persatuan bangsa justru tumbuh dan terawat,” tutupnya.

Didirnya juga berpesan agar IMSB dan masyarakat Sumatera Barat di Riau mampu menjadi teladan dalam mengamalkan nilai-nilai kebangsaan, sekaligus memperkaya mozaik kebudayaan Indonesia dalam bingkai NKRI. (Rls)(src/del)

Penulis : Suara Riau
Editor : Dara Fitria
Kategori : Dumai