AUSTRALIA

Untuk Memaksa Platform Media Membuka Kedok Troll Online, Australia Akan Perkenalkan UU Baru

  Oleh : Suarariau.co
   : info@suarariau.co
  2021-11-28 13:03:26 WIB
Mint
ilustrasi (int)

SuaraRiau.co -MELBOURNE- Perdana Menteri Scott Morrison pada Minggu (28/11/2021),Australia akan memperkenalkan undang-undang untuk membuat raksasa media sosial memberikan rincian pengguna yang memposting komentar memfitnah.

Pemerintah telah melihat sejauh mana tanggung jawab platform, seperti Twitter (TWTR.N) dan Facebook (FB.O) , untuk materi pencemaran nama baik yang dipublikasikan di situs mereka dan muncul setelah pengadilan tertinggi negara itu memutuskan bahwa penerbit dapat ditahan. bertanggung jawab atas komentar publik di forum online. 

Putusan itu menyebabkan beberapa perusahaan berita seperti CNN menolak akses warga Australia ke halaman Facebook mereka. 

"Dunia online seharusnya tidak menjadi dunia barat yang liar di mana bot dan fanatik dan troll dan lainnya secara anonim berkeliaran dan dapat membahayakan orang," kata Morrison pada konferensi pers yang disiarkan televisi. "Itu tidak bisa terjadi di dunia nyata, dan tidak ada kasus yang bisa terjadi di dunia digital," ujarnya.

Undang-undang baru akan memperkenalkan mekanisme pengaduan. Jika seseorang berpikir mereka difitnah, diintimidasi, atau diserang di media sosial, mereka akan dapat meminta platform untuk menghapus materi tersebut.

Jika konten tidak ditarik, proses pengadilan dapat memaksa platform media sosial untuk memberikan rincian pemberi komentar.

"Platform digital  perusahaan online ini  harus memiliki proses yang tepat untuk memungkinkan penghapusan konten ini," kata Morrison.

"Mereka telah menciptakan ruang dan mereka perlu membuatnya aman, dan jika tidak, kami akan membuat mereka (melalui) undang-undang seperti ini,' imbuhnya. ***

Halaman :
Penulis : Suarariau.co
Editor : SR9
Kategori : AUSTRALIA