Riau

Riau Masih Jadi Andalan untuk Penuhi Target Lifting Minyak Nasional

  Laporan : siswandi
   : info@suarariau.co
  2026-10-02 13:23:02 WIB
Suasana diskusi bertajuk "Neo Energy Meet Up" yang digelar SKK Migas Perwakilan Sumbagut dan EMP Bentu, Kamis (1/10/2026) di Pekanbaru. Foto: ist

SuaraRiau.co -PEKANBARU- Provinsi Riau masih menjadi andalan pemerintah dalam upaya memenuhi target lifting minyak nasional. Hal itu mengingat di Riau masih terdapat sejumlah blok penghasil minyak, khususnya Blok Rokan. Saat ini blok tersebut dalam pengelolaan PT Pertamina Hulu Rokan. 

Hal itu mengemuka dalam kegiatan bincang-bincang santai tentang industri hulu migas dalam program "Neo Energy Meet Up" yang digelar Kamis (1/10/2026) di Pekanbaru. 

Di hadapan para jurnalis, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Sebastian Julius menerangkan, pihaknya terus berupaya memenuhi target pemerintah meningkatkan lifting migas nasional hingga mencapai 1 juta barel per hari, pada tahun 2030 mendatang. 

Karena itu, pihaknya bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang memiliki daerah operasional di Riau, terus melakukan berbagai upaya, khususnya untuk lebih memaksimalkan eksplorasi dan eksploitasi terhadap cadangan migas yang masih tersedia. 

Abas, demikian panggilan akrabnya mengakui, hingga saat ini Blok Rokan memang menjadi andalan pemerintah. Hal itu disebabkan blok ini masih menjadi salah satu blok penghasil minyak terbesar di Tanah Air. 

“Berbagai teknologi terbaru telah coba dikembangkan di area Rokan. Sejauh ini kita optimis produksinya bisa terus ditingkatkan,” ujarnya. 

Sebastian yang didampingi ?Kepala Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut Yanin Kholison, mengakui, produksi Blok Rokan sempat terkendala menyusul insiden pecahnya pipa gas  milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) pada awal tahun lalu. Pasalnya, insiden itu membuat pasokan gas untuk pembangkit listrik di areal itu jadi terkendala. 

“Syukurlah sekarang sudah pulih, jadi kita terus berupaya mengejar ketertinggalan karena akibat kendala itu, kita sempat kehilangan produksi minyak dalam jumlah yang cukup besar,” tambahnya. 

Sementara itu, Act Area Manager EMP Bentu Limited Dadi Mulyadi, yang ikut hadir dalam diskusi tersebut, menuturkan tidak semua aktivitas eksplorasi migas bisa berjalan dengan lancar sebagaimana diharapkan. Karena tak jarang KKKS menemukan kendala di lapangan.

Di antaranya terkait dengan pembebasan lahan untuk pembangunan sumur produksi. 

“Untuk pembebasan lahan masih menjadi tantangan tersendiri. Kadang ada aresl yang masuk kawasan hutan, HGU dan lain sebagainya. Terkadang pemilik lahan terkadang punya patokan sendiri terkait harga lahan sehingga perlu musyawarah untuk mencapai mufakat,” ungkapnya. 

Sejumlah pertanyaan sempat dilontarkan para jurnalis, dalam diskusi yang dipandu ?Media Relation Officer EMP Bentu Limited M Hanshardi tersebut. Pada akhir pertemuan, kalangan jurnalis menyambut baik usulan Yanin Kholison yang menyarankan peningkatan kerja sama antara pelaku migas dan jurnalis di Riau. Dari kerja sama tersebut, diharapkan kedepannya akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat di Bumi Lancang Kuning. 

Ikut hadir dalam kesempatan itu Media Relation SKK Migas Sumbagut Rinnai Bening Kasih) dan Annisa Dhyta Aulia serta Media Relation Asst EMP Bentu Limited Yasmin Aliyah Siregar. ***

Penulis : siswandi
Editor : siswandi
Kategori : Riau
Jumlah Pembaca : 10