SuaraRiau.co -DAVOS- Warga Negara Indonesia yang bermukim di luar negeri, mengapresiasi pidato Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, dalam perhelatan World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, Kamis (21/1/2026).
Dalam forum ekonomi global tersebut, Prabowo menegaskan supremasi hukum sebagai fondasi utama iklim investasi, sekaligus menegaskan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat kepercayaan investor. Pernyataan itu dinilai menunjukkan sikap Prabowo sebagai pemimpin yang memiliki visi untuk jangka panjang.
Untuk diketahui, dalam WEF 2026 tersebut, Prabowo menegaskan, tidak akan ada iklim investasi tanpa kepastian penegakan hukum yang adil.
“Tidak seorang pun akan datang untuk berinvestasi di negara yang tidak taat hukum atau memiliki tradisi hukum yang meragukan,” tegas Presiden Prabowo.
Presiden menyampaikan komitmen pemerintah untuk menegakkan hukum tanpa pandang bulu dan menempatkannya di atas segala kepentingan. Sejak 2025, pemerintah secara terbuka menghadapi persoalan korupsi sebagai bagian dari reformasi tata kelola.
“Kami bertekad untuk memerangi korupsi ini secara langsung. Ini tantangan. Tidak banyak orang yang percaya kita bisa melakukannya, tetapi kita tidak punya pilihan. Saya tidak punya pilihan. Saya telah dilantik, saya telah disumpah untuk menegakkan konstitusi dan supremasi hukum,” kata Prabowo.
Kepala Negara juga mengungkap adanya penyalahgunaan besar dalam tata kelola bahan bakar dan minyak mentah, serta praktik ilegal di berbagai sektor. Pemerintah telah menyita jutaan hektare perkebunan dan tambang ilegal.
“Pada tahun pertama pemerintahan saya, kami telah menyita empat juta hektare perkebunan ilegal dan tambang ilegal. Ini luar biasa. Saya menyebut ini bukan usaha bebas, saya menyebut ini bukan pasar bebas. Saya menyebutnya secara terang-terangan ini ekonomi keserakahan, ekonomi ketamakan, ekonomi dengan praktik yang rakus,” ujar Presiden.
Prabowo menambahkan, penegakan hukum telah berdampak pada penurunan kemiskinan ekstrem ke level terendah dalam sejarah. “Tidak ada yang lebih rentan, tidak ada yang lebih memuaskan daripada menurunkan kemiskinan dan memberantas kelaparan,” ucapnya.
Apresiasi
Terkait pidato Prabowo tersebut, diapresiasi diaspora. Alvin Wihono, mahasiswa magister di ETH Zurich sekaligus materials engineer di Hilti Group.
Ia manila, pernyataan itu menunjukkan Prabowo sebagai pemimpin dengan visi jangka panjang.
“Menurut saya, Pak Prabowo adalah sosok yang memiliki mimpi besar,” ujar Alvin. Ia juga menyebut kehadiran Presiden di Davos sebagai langkah strategis dan berharap agenda WEF turut memperkuat pembangunan human capital_Indonesia.***