Jawa

Puluhan Jurnalis Berkomitmen Membentuk Forum untuk Keselamatan Jurnalis

  Oleh : Suarariau.co
   : info@suarariau.co
  2021-09-19 17:38:54 WIB
Mint
((FOTO/AJI MALANG)

SuaraRiau.co -MALANG--Jurnalis Malang, Tulungagung, Pasuruan dan Probolinggo berkomitmen membentuk forum untuk keselamatan jurnalis. Menyusul ancaman dan potensi kekerasan yang dialami jurnalis di keempat wilayah.  Komitmen ini disampaikan usai mengikuti  Journalist Safety and Security Training selama lima hari secara daring yang diselenggarakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI), USAID, Internews, dan AJI Malang.


“Sebanyak 20 jurnalis berlatih beragam keterampilan keamanan dan keselamatan selama liputan di lapangan,” katayama disampaikan  Ketua AJI Malang,M. Zainuddin dalam siaraan persnya usai menutup pelatihan pada Minggu, (19/9/2021.


Komitmen lanjutan akan dibahas lebih mendalam untuk memberikan perlindungan jurnalis saat menghadapi ancaman kekerasan di lapangan. Para jurnalis berkomunikasi dan berbagi informasi termasuk karakter kekerasan yang selama ini terjadi di daerah masing-masing.


Materi pelatihan meliputi keamanan fisik dalam liputan bencana alam, liputan khusus, keselamatan bagi jurnalis perempuan. Serta strategi hukum dan mitigasi menghadapi ancaman fisik, ancaman psikis. Juga ancaman digital, dan keamanan aspek digital.


Dalam aspek digital, katanya, mereka dilatih dasar keamanan digital, manajemen identitas, kebersihan digital dan komunikasi yang aman. Pelatihan ini menghadirkan dua trainer, yakni jurnalis kontan yang juga bekas Ketua AJI Jakarta, Asnil Bambani Amri dan jurnalis Suarariau.co,Imelda Vinolia.


Pelatihan ini diselenggarakan setelah beberapa kali sejumlah jurnalis mengalami doxing hingga kekerasan fisik. Pelatihan ini berlangsung secara dua arah. Peserta berbagi pengalaman saat liputan bencana maupun saat mengalami korban kekerasan. Pelatihan menggunakan _Learning Management System_.


“Diharap berbagi pengalaman ini membuat peserta memahami potensi ancaman yang bakal dialami selama bekerja jurnalistik,” tambahnya.
Jurnalis Times Indonesia dari Probolinggo Happy Lailatuansyah mengaku beruntung bisa mengikuti pelatihan yang fokus dalam keamanan dan keselamatan jurnalis. Apalagi, di Probolinggo sejumlah jurnalis juga pernah mengalami kekerasan. “Saya baru kali ini mengikuti pelatihan yang fokus dalam aspek keamanan dan keselamatan jurnalis. Pelatihan yang super,” katanya.***


 

Editor: SR9