ASIA

Banjir Bangladesh Mengungsikan Lebih 21 Ribu Pengungsi Rohingya

  Oleh : Suarariau.co
   : info@suarariau.co
  2021-07-31 04:00:29 WIB
Mint
Tampak warga Rohigya berenang untuk menghadapi banjir.(FOTO/Video Aljazeera)

SuaraRiau.co -Hujan monsun yang lebat memicu tanah longsor dan banjir bandang di kamp-kamp pengungsi yang menggusur ribuan Muslim Rohingya di Bangladesh tenggara minggu ini, kata PBB dan pejabat lainnya pada hari Jumat (30/7/2021), dengan curah hujan lebat lebih lanjut diperkirakan akan terjadi.

Sedikitnya enam Rohingya, termasuk tiga anak-anak, tewas dalam tanah longsor dan banjir sementara 15 warga Bangladesh tewas dan lebih dari 200.000 orang terdampar akibat banjir di Cox's Bazar, kata Mamunur Rashid, administrator distrik.


Hampir satu juta orang Rohingya tinggal di kamp-kamp yang penuh sesak di distrik perbatasan Cox's Bazar, pemukiman pengungsi terbesar di dunia, setelah melarikan diri dari tindakan keras militer di negara tetangga Myanmar pada 2017.

Para pengungsi kebanyakan tinggal di gubuk-gubuk yang terbuat dari bambu dan lembaran plastik yang menempel di bukit-bukit terjal dan gundul.

Tayangan TV menunjukkan rumah-rumah yang banjir dan air berlumpur mengalir menuruni tangga dan lereng bukit dengan anak-anak bermain di air setinggi dada.

“Ini seperti mimpi buruk,” kata Rohingya Rokeya Begum, menurut kantor berita Reuters.

“Saya belum pernah melihat banjir seperti itu di kamp-kamp selama empat tahun. Ketika air datang, tidak ada seorang pun dari keluarga saya di rumah yang membantu. Saya sendirian tetapi saya bisa membawa barang-barang saya ke tempat yang lebih aman. Sekarang saya tinggal dengan keluarga lain,'katanya.

Ribuan Fasilitas Rusak


Badan Pengungsi PBB (UNHCR) mengatakan lebih dari 21.000 pengungsi telah  terpengaruh oleh banjir sementara hampir 4.000 tempat penampungan telah rusak atau hancur.

Dikatakan lebih dari 13.000 orang terpaksa pindah di kamp-kamp, ??sementara ribuan fasilitas rusak, termasuk klinik kesehatan dan toilet. Akses terhambat karena rusaknya jalan, jalur dan jembatan.

Dan kemungkinan besar banjir akan semakin parah.


“Hujan lebat diperkirakan akan terjadi selama beberapa hari ke depan, dan dengan demikian, tantangan kemungkinan akan meningkat,” kata Manuel Marques Pereira , wakil kepala misi di Bangladesh untuk Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) PBB.

“Meskipun beberapa tindakan pengurangan risiko bencana diterapkan, kemacetan kamp, ??hujan yang berlebihan dan kualitas tanah yang buruk, membuat sangat sulit untuk mengatasi elemen-elemen tersebut,” tambahnya.

Ditutupi Lumpur


Pengungsi, banyak dari mereka masih belum pulih dari kebakaran besar yang mengoyak kamp-kamp pada Maret, mengatakan tanah longsor dan banjir meninggalkan rumah-rumah benar-benar dititupi lumpur.

“Entah bagaimana anggota keluarga saya bisa mengungsi,” kata Abu Siddique, yang tinggal di kamp pengungsi Balukhali.“Lumpur yang turun dari bukit masuk ke rumah saya… Semua barang-barang kami di dalamnya tertutup lumpur,'katanya.

Bulan lalu dua pengungsi Rohingya tewas dalam tanah longsor terpisah saat hujan lebat.

Kematian akibat tanah longsor yang dipicu hujan sering terjadi di wilayah perbukitan tenggara Bangladesh selama musim hujan yang umumnya berlangsung antara Juni dan September.

Setidaknya 149 orang tewas dalam tanah longsor di distrik Chattogram, Cox's Bazar, Rangamati dan Bandarban pada Juni 2017.

Lebih dari 120 lainnya tewas di Chattogram saja pada bulan Juni 2007 karena tanah longsor yang disebabkan oleh hujan monsun.****
 


 

Editor: SR18