Rokan Hulu

Mengenaskan, Begini Aktivitas Belajar Murid SDN Ulak Patian di Rokan Hulu, Belajar di Kelas yang Berlantaikan Tanah

  Oleh : Suarariau.co
   : info@suarariau.co
  2019-10-03 00:24:08 WIB
Mint
SIswa SD Negeri 006 Desa Ulak Patian, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu yang harus belajar di ruangan yang memprihatinkan. Foto: int

SuaraRiau.co - Kisah sedih tentang dunia pendidikan, kembali terungkap. Kali ini, hal itu dialami puluhan murid Sekolah Dasar Negeri 006 Desa Ulak Patian, Kecamatan Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu.

Hingga saat ini, para siswa di sekolah tersebut terpaksa belajar di ruang kelas yang jauh dari layak. Bangunan sekolah menggunakan papan yang bila dilihat sekilas, lebih mirip gudang. Lantainya juga hanya beralaskan tanah.

Kondisi itu diakui Kepala SDN 006 Ulak Patian, Andi Maryanto. Kepada antara, ia mengungkapkan. ada tiga kelas yang kondisinya seperti itu. Yakni mulai dari kelas 1 hingga kelas 3.

Kepada antara, Rabu (3/10/2019), Andi menuturkan, sekolah yang kini memiliki 202 orang siswa itu, telah berdiri sejak tahun 1972. Sekolah itu menjadi satu-satunya fasilitas pendidikan tingkat dasar yang tersedia di desa itu.

Akibatnya, sekolah tersebut kerap kebanjiran murid baru setiap tahun ajaran baru tiba. Namun kondisi berbanding terbalik dengan fasilitas yang ada. Di tengah banjirnya siswa, kondisi fisik bangunan sekolah tetap mengenaskan.


Secara keseluruhan, Andi menjelaskan terdapat sembilan bangunan di sekolah tersebut. Tiga bangunan di antaranya dengan dinding papan dan bolong bagian depan, tanpa pintu. Sementara lantainya masih berupa tanah.

Untuk enam ruangan lainnya telah dibangun pemerintah dengan bangunan permanen. Namun, tiga bangunan kelas itu menyisakan masalah lainnya karena dalam kondisi rusak dan belum mendapat perhatian untuk perbaikan.

Tak hanya itu, tiga kelas yang diperuntukkan siswa kelas satu hingga kelas tiga yang berlantai tanah itu juga terus dihantui banjir saat musim hujan tiba.

"Biasanya bulan Oktober sampai Desember ini air naik karena luapan air Sungai Rokan. Kalau itu sudah terjadi maka selalu mengganggu aktivitas anak-anak kita," ujarnya.

Untuk diketahui, Ulak Patian merupakan salah satu desa terpencil di pedalaman Kabupaten Rokan Hulu. Desa itu terpaut 80 kilometer dari ibu kota kabupaten, Pasir Pangaraian, serta 24 kilometer dari ibu kota kecamatan.

Akses menuju desa itu juga sangat buruk. Dari jalan lintas Rokan Hulu-Duri, perlu ditempuh 12 kilometer dengan tujuh kilometer di antaranya jalan tanah. Saat musim hujan tiba, maka desa itu akan terisolir, sementara pada saat musim kemarau saat ini debu tebal bertebaran mengganggu aktivitas masyarakat.

Menurut Andi, tiga kelas dengan kondisi memprihatinkan itu dibuat secara swadaya oleh masyarakat karena daya tampung dan jumlah siswa tidak seimbang. Pihak sekolah telah beberapa kali memohon bantuan pembangunan sekolah namun hingga kini belum terlaksana.

Pada akhir 2018, dia mengatakan Dinas Pendidikan setempat telah beberapa kali melakukan survei di sekolah itu. Namun hingga sekarang, bantuan yang diharapkan belum kunjung direalisasikan.

Dia berharap segera ada bantuan pemerintah agar murid-muridnya yang belajar dengan lantai tanah dan bangku serta meja seadanya itu dapat belajar dengan nyaman. ***

Editor: SR9