Varian Omicron BA.5 Berikan Gejala Baru, “Keringat di Malam Hari”

  Oleh : Suara Riau
   : info@suarariau.co
  2022-08-03 00:27:35 WIB
ilustrasi (int) ilustrasi (int)

SuaraRiau.co -JAKARTA- Ahli imunologi Profesor Luke O'Neill, dari Trinity College Dublin, mengatakan Infeksi Covid-19 varian Omicron BA.5 ternyata menimbulkan gejala tambahan baru yang tak biasa. Gejala ini "aneh" karena hanya muncul pada malam hari. 

Mengutip cnbcnewsindonesia.com, gejala tersebut adalah episode berulang dari keringat ekstrem yang merupakan tanda kondisi medis atau penyakit yang mendasarinya. Karena keringat malam, pasien berkeringat sangat banyak sampai baju tidur dan tempat tidurnya basah kuyup.

"Satu gejala tambahan dari BA. 5 yang saya lihat pagi ini adalah keringat malam. Penyakitnya sedikit berbeda karena virusnya telah berubah," ujar Profesor Luke O'Neill, saat berbincang dengan radio Irlandia.

Sebelum Omicron, gejala keringat malam biasanya dikaitkan dengan kondisi medis lain seperti flu, menopause, kecemasan, hiperhidrosis, atau bahkan kanker. Namun, keringat malam sekarang juga dikaitkan dengan varian COVID, dan gejala baru yang muncul ini menciptakan pengalaman baru dan berbeda dari Coronavirus.

Meski demikian, keringat malam bukan satu-satunya pertanda Covid. Sebab, gejala yang terkait dengan infeksi COVID dapat bervariasi di setiap orang.

Beberapa gejala umum Covid termasuk suhu tinggi atau menggigil, batuk terus menerus, kehilangan atau perubahan indra penciuman atau rasa, sesak napas, kelelahan, nyeri tubuh, sakit kepala, sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau berair, kehilangan nafsu makan, diare dan perasaan sakit.

Untuk itunpastikan Anda mewaspadai gejala lain yang terkait dengan COVID-19 di atas. ***

Halaman :
Penulis : Suara Riau
Editor : Imelda Vinolia
Kategori : Health