Bupati Kasmarni Buka Lokakarya Program Guru Penggerak Kabupaten Bengkalis Angkatan Ke-2

  Oleh : Suarariau.co
   : info@suarariau.co
  2021-11-23 17:12:55 WIB
Bupati Bengkalis Kasmarni menyampaikan sambutan. (Foto: Ist) Bupati Bengkalis Kasmarni menyampaikan sambutan. (Foto: Ist)

SuaraRiau.co - Bertempat di lantai 3 Ballroom Hotel Surya Duri, Kecamatan Bathin Solapan. Bupati Bengkalis Kasmarni membuka Lokakarya Program Guru Penggerak (PGP) Kabupaten Bengkalis angkatan ke-2, Sabtu 13 November 2021.

Pendidikan guru penggerak angkatan 2 Kabupaten Bengkalis mengangkat tema "Festival Panen Hasil Belajar" ditaja langsung Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis diikuti 38 orang Calon Guru Penggerak (CGP).

Bupati Bengkalis Kasmarni mengawali sambutannya, memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan atas program ini. Bupati mengaku sangat peduli pada pendidikan di Kabupaten Bengkalis, sehingga dirinya menginstruksikan agar selalu menggemakan ide-ide program yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan.

"Kepada para guru CGP agar dapat Menggerakkan komunitas belajar untuk rekan guru disekolah dan wilayahnya. Menjadi Pengajar Praktik bagi rekan guru lain terkait pengembangan pembelajaran serta mendorong peningkatan kepemimpinan murid disekolah dan membuka ruang diskusi positif dan ruang kolaboratif antara guru dan pemangku kepentingan sehingga akan meningkatkan kualitas pembelajaran di negeri ini," ungkap Kasmarni.

Bupati perempuan pertama di Provinsi Riau ini juga memberi dukungan penuh kepada para calon guru penggerak untuk terus semangat, mari kita buktikan bahwa guru-guru di Kabupaten Bengkalis adalah guru yang berkompeten, kreatif dan inovatif. Sehingga tercapainya visi dan misi Kabupaten Bengkalis Bermarwah, Maju dan Sejahtera.

"Semoga setiap pengalaman dan pembelajaran yang didapat menjadi berkah dan mampu menginspirasi setiap lapisan pendidikan di lingkungannya masing-masing dan semoga lahir para pemimpin yang mampu menggerakkan komunitas belajar serta menjadi pemimpin pembelajaran dimasa depan", ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkalis Khadijah dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada panitia penyelenggara, kegiatan ini kita lakukan seyogyanya sebagai pendorong transformasi pendidikan Indonesia, diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang murid secara holistic sehingga menjadi Pelajar Pancasila, menjadi pelatih atau mentor bagi guru lainnya dalam mewujudkan merdeka belajar.

Di kesempatan yang sama juga Kepala Tata Usaha P4TK TKPLB Bandung Dr. Joko Ahmad Julipan mengatakan program merdeka belajar terbagi menjadi dua yakni merdeka berbudaya dan merdeka guru penggerak yang dilaksanakan per episode, saat ini kita sudah masuk di episode ke 13, program ini juga termasuk program gotong royong, dan insya Allah kepada CGP dua bulan yang akan datang, CGP akan dilantik Kemendikbud.

Hadir mengikuti kegiatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Andris Wasono, Staf Ahli Bupati Bidang Politik dan Hukum Toharudin, Staf Ahli Bupati Bidang SDM Alfakrurazi, pejabat tinggi dilingkup Pemkab Bengkalis.

Kemudian Camat Bathin Solapan Aulia Army Effendy, Camat Talang Muandau, Nasrizal, Kapolsek Mandau, AKP J Toruan, Korwilcam Kecamatan Mandau dan Pinggir.

DPRD Bengkalis Sebut Guru Penggerak Sebagai agen-agen perubahan dalam dunia pendidikan.

Anggota Komisi IV DPRD Bengkalis Rahmah Yenny, S.Sos, M.Si mengatakan bahwa melalui Program Guru Penggerak, pendidik dapat meningkatkan kompetensinya sebagai pemimpin pembelajaran yang berpusat pada murid. Selama pelaksanaan program, guru akan dibimbing oleh instruktur, fasilitator, dan Pengajar Praktik profesional.

“Kita tentunya mendukung program guru penggerak ini di Kabupaten Bengkalis berjalan dengan baik. Guru Penggerak dirancang untuk dapat mencetak sebanyak mungkin agen-agen transformasi dalam ekosistem pendidikan.” Kata Rahmah.

Melalui Program Guru Penggerak, lanjutnya Kemendikbud memberikan kesempatan kepada para guru-guru terbaik bangsa untuk menghadirkan perubahan nyata bagi pendidikan Indonesia melalui pendaftaran menjadi Guru Penggerak.

Menurut Rahmah, Guru Penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada murid.

“Selain itu, guru penggerak juga menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil Pelajar Pancasila, kususnya di daerah kita Kabupaten Bengkalis,” tutupnya.(Advetorial)

Editor: SR9