PT Riau Tetra Media

Jl. Hang Nadim No.18, Sail, Pekanbaru 28282
0819 9123 7419
info@suarariau.co

Jokowi Terima Suntikan Vaksin Covid-19 Sinovac Perdana

2021-01-13 15:12:56
1 dari 9 Dalam foto yang dirilis Istana Kepresidenan Indonesia ini, Presiden Joko Widodo, kiri, menerima suntikan vaksin COVID-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Indonesia, Rabu, 23 Januari 2019. 13, 2021. Jokowi pada hari Rabu menerima suntikan pertama vaksin COVID-19 buatan China setelah Indonesia menyetujuinya untuk penggunaan darurat dan upaya mulai memberi vaksin kepada jutaan orang di negara terpadat keempat di dunia itu. Tulisan pada spanduk di latar belakang bertuliskan

SuaraRiau.co -Presiden Indonesia Joko Widodo pada hari Rabu menerima suntikan pertama vaksin COVID-19 buatan China setelah Indonesia menyetujuinya untuk penggunaan darurat dan memulai upaya untuk memberikan vaksin kepada jutaan orang di negara terpadat keempat di dunia.

Setelah Jokowi, pejabat tinggi militer, polisi dan medis divaksinasi, serta sekretaris Majelis Ulama Indonesia, badan ulama yang pekan lalu memutuskan vaksin itu halal dan boleh diminum umat Islam. Orang lain seperti petugas kesehatan, pebisnis dan influencer media sosial juga menerima suntikan untuk mendorong orang agar mendapatkan vaksin ketika tersedia bagi mereka.

“Kita perlu melakukan vaksinasi untuk menghentikan rantai penyebaran COVID-19 dan memberikan perlindungan kesehatan bagi kita dan keselamatan seluruh rakyat Indonesia. Ini juga akan membantu mempercepat perbaikan ekonomi, ”kata Widodo.

“Vaksin ini adalah instrumen yang bisa kami gunakan untuk melindungi kami. Tapi yang lebih penting, vaksin itu alat untuk melindungi keluarga kita, tetangga kita, masyarakat Indonesia dan peradaban manusia, ”kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Rabu


JAKARTA - Presiden Indonesia Joko Widodo pada hari Rabu  (14/1/2021) menerima suntikan pertama vaksin COVID-19 buatan Tiongkok setelah Indonesia menyetujui untuk penggunaan darurat dan memulai upaya untuk memberikan vaksin kepada jutaan orang di negara dengan populasi terbesar keempat di dunia.

Setelah Jokowi, pejabat tinggi militer, polisi dan medis divaksinasi, serta sekretaris Majelis Ulama Indonesia, badan ulama yang pekan lalu memutuskan vaksin itu halal dan boleh diminum umat Islam. Orang lain seperti petugas kesehatan, pebisnis dan influencer media sosial juga menerima suntikan untuk mendorong orang agar mendapatkan vaksin ketika tersedia bagi mereka.

“Kita perlu melakukan vaksinasi untuk menghentikan rantai penyebaran COVID-19 dan memberikan perlindungan kesehatan bagi kita dan keselamatan seluruh rakyat Indonesia. Ini juga akan membantu mempercepat perbaikan ekonomi, ”kata Widodo.

“Vaksin ini adalah instrumen yang bisa kami gunakan untuk melindungi kami. Tapi yang lebih penting, vaksin itu alat untuk melindungi keluarga kita, tetangga kita, masyarakat Indonesia dan peradaban manusia, ”kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Rabu.


“Vaksin ini diberikan untuk mencapai kekebalan masyarakat. Semua 70% orang di dunia harus divaksinasi agar itu tercapai. Partisipasi seluruh masyarakat Indonesia akan sangat menentukan keberhasilan program ini, ”ujarnya.

Penggunaan bersyarat dari Sinovac Biotech Ltd. Vaksin dijadwalkan untuk diluncurkan dalam beberapa bulan mendatang dengan diprioritaskan oleh petugas kesehatan, pegawai negeri dan populasi berisiko lainnya. Ini akan gratis untuk semua warga negara Indonesia.

Agar Indonesia memvaksinasi dua pertiga penduduknya, 181,5 juta orang, kata Sadikin, vaksin dua suntikan itu akan membutuhkan hampir 427 juta dosis, termasuk perkiraan bahwa 15% mungkin terbuang percuma.

Distribusi tidak akan mudah di negara kepulauan yang luas di mana transportasi dan infrastruktur terbatas di beberapa tempat. Pejabat kesehatan telah mengutip kekhawatiran tentang menjaga vaksin dalam lemari es pada suhu 36-46 derajat Fahrenheit yang diperlukan untuk menjaga keamanan dan efektivitasnya.

“Kami tahu distribusi rantai dingin tidak lengkap. Ini yang jadi kendala, ”kata Sadikin, Selasa. “Fasilitas rantai dingin tidak cukup sehingga kami masih mendistribusikan beberapa vaksin. Kami khawatir," ujarnya.

Indonesia menerima pengiriman pertama vaksin Sinovac pada Desember. 6 dan mulai mendistribusikan dosis di seluruh negeri sambil menunggu otorisasi penggunaan darurat. Itu diizinkan untuk penggunaan darurat berdasarkan data uji klinis dan setelah Majelis Ulama Indonesia menyatakan vaksin itu suci dan halal.

Program vaksinasi Indonesia adalah penggunaan skala besar pertama dari vaksin Sinovac di luar Cina.

Indonesia telah mencatat lebih dari 846.000 kasus virus, termasuk lebih dari 24.600 kematian.****

___


 

SuaraRiau.co "Jendela informasi untuk masa depan bangsa"