Marissa Hutabarat Calon Hakim Kota New Orleans,Louisiana, Amerika Serikat

  Oleh : Suarariau.co
   : info@suarariau.co
  01 Jul 2020 | 02:40 WIB
Marissa bersama orang yang termarginalkan Marissa bersama orang yang termarginalkan

Marissa Hutabarat menarik perhatian warganet Indonesia. Pasalnya, wanita yang menyandang marga Batak Toba ini mulai mencalonkan diri menjadi hakim Kota New Orleans, Louisiana, Amerika Serikat (AS). Dikutip dari berbagai sumber oleh suarariau.co
bahwa Marisa telah lama tinggal di Amerika bersama orangtuanya yang berasal dari pendidikan dokter gigi.

Karena menyandang marganya tersebut, warganet hingga media tanah air pun menyebut Marissa adalah diaspora Indonesia.

Mari kita lihat siapa wanita yang sangat attarctive dengan berdarah keindonesiaan ini serta sepak terjangnya  di lembaga hukum Louisiana?
https://m.facebook.com/marissa.amanda.hutabarat?pn_ref=ec_friends_card

1. Pencalonan didukung oleh Partai Demokrat

Jika dilihat dari laman Facebook resminya 'Marissa for Judge', Marissa rupanya PEncalonan dirinya ternyata didukung oleh partai rival Donald Trump yakni Demokrat.
  Masuk ke kubu calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden, Marissa pun berharap warga bisa mendapatkan lebih awal dalam pemungutan suara.

"Komite Eksekutif Demokrat Orleans Parish (OPDEC) mengumumkan bahwa Joe Biden dan Marissa Hutabarat adalah Nominasi Demokrat Resmi. BERI SUARA UNTUK TIM KEMENANGAN! Pengadilan Negeri Pertama. Pemungutan suara awal telah dimulai: 20 Juni-4 Juli. Hari Pemilihan: 11 Juli, "tulis Marissa.DAlam kanan Facebook nya.

2.Lulusan universitas Katolik di Chicago hingga raih gelar J.D.


Marissa ternyata adalah lulusan S1 dari DePaul University. Padahal, seperti diketahui Universitas DePaul dikenal sebagai universitas Katolik terbesar di AS dan berlokasi di Chicago, Illinois.Hal.ini diketahui dari situs web kampanye.

Marissa juga seorang yang bertanggungjawab dan sangat persuli keluarga.Sebab dalam kanan tersebut ia menjelaskan bagaiamana ia   masih kuliah di DePaul, ia tidak pindah ke Chicago lantaran harus dirawat adik-adiknya di rumah. Setelah mendapatkan gelar sarjana pada tahun 2006, Marissa pun memperoleh sukses menyabet gelar Juris Doctor dari Loyola University New Orleans pada tahun 2010.

3.Pekerja keras dan berhasil bekerja di firma hukum bergengsi.

Dikenal sebagai sosok pekerja keras, Marissa berhasil memilihkan diri sebagai satu-satunya kandidat yang pernah bekerja di firma hukum bergengsi hingga terpilih untuk tiga jabatan administrasi yang berbeda.

Sementara itu, Marissa sendiri diketahui pernah bekerja sebagai juru tulis hukum yudisial selama beberapa tahun di Pengadilan Tinggi Louisiana, Sirkuit Keempat. Setelah itu, ia pindah dan akhirnya bergabung dengan Firma Hukum Glago Williams, LLC, New Orleans.

Menurut catatan pada tahun 2017, Firma Hukum Glago mendapat peringkat regional sebagai firma hukum teratas dalam praktik litigasi perundingan pribadi oleh surat kabar A.S News.  Marissa memiliki spesialisasi dalam kasus-kasus litigasi sipil termasuk kasus-kasus perlindungan pribadi seperti kecelakaan mobil, malpraktik medis, dan perselisihan asuransi.

Marrisa berperan sebagai anggota Dewan Penyiaran Alkohol dan Narkoba untuk Greater New Orleans (EACH).

4.Kerap menangani orang-orang termarginalkan termasuk mantan narapidana.

Dalam laman marissaforjudge,yang dikutip suarariau.co dari AKURAT.co bahwa  tim kampanye menyebut bahwa selama ini Marissa telah menggunakan kualifikasi hukumnya untuk membantu orang yang terpinggirkan. Disebutkan pula, bagaimana Marissa selalu melangkah untuk memperjuangkan keadilan dan membantu mereka yang membutuhkan, termasuk mantan narapidana atau pelanggar hukum hingga pelaku bisnis lokal.

Tidak hanya rajin membantu warga yang kesulitan meraih kesejahteraan di AS, Marissa ternyata juga aktif menjadi relawan di sejumlah organisasi sosial di New Orleans seperti Orchid Society hingga Coats For Kids.

5. Ayah dari Singapura

Tidak banyak yang tahu tentang kehidupan pribadi wanita bermarga Batak ini. Meski begitu, dalam laman New Orleans Living, Marissa terlihat sedikit berbicara tentang asal Singapura.

Marissa  menjelaskan bahwa sang ayah ke Ameria dengan visa pelajar,  dan setelah menyabet gelar master, ia sempat bersekolah di fakultas kedokteran gigi di Northwestern University Dental School, Chicago.

Meski memiliki latar belakang ilmu kedokteran gigi, tetapi tidak diketahui secara pasti apakah ayah Marissa adalah berprofesi sebagai dokter gigi.

6. Menjadi Pengacara Karena Pengalaman Buruk Yang Menimpa Ayah

Marissa juga menjelaskan bahwa keputusannya untuk menjadi pengacara ternyata dipicu dari pengalaman buruk yang menimpa ayahnya ketika berada di AS. Saat itu, Marissa menuturkan bahwa ayahnya sebenarnya mendapatkan beasiswa di Northwestern University Dental School.
Kemudian, pada saat itu, Marissa menerangkan bahwa pihak terkait tidak mempertanyakan kewarganegaraannya. Namun, setelah lulus, agen penagihan justru meminta ayah Marissa untuk membayar kembali uang beasiswa lantaran dinilai tidak memenuhi syarat.

Marissa yang kala itu masih berusia 6 tahun pun sempat menyaksikan sendiri bagaimana ayahnya langsung tertekan. Akhirnya, setelah mendapatkan pengacara, ayah Marissa memenangkan kasus gugatannya.

Sejak itulah, Marissa mengaku memiliki keinginan besar untuk menjadi advokat dan membantu orang yang membutuhkan.

Sejarah di Firman Hukum Glago

Menurut Marissa kiprahnya di firma hukum bergengsi ini membentuk karakternya semakin kuat. Firma Hukum Glago memperlakukan setiap klien seperti anggota keluarga.

Keberhasilan Firma Hukum Glago didorong oleh pernyataan misinya, "Perlakukan klien kami seperti mereka adalah anggota keluarga kami," Ujarnya.

Didirikan oleh Mark Glago, yang telah membawa lebih dari 160 kasus ke pengadilan selama dekade terakhir, firma ini terutama mewakili penggugat dalam litigasi sipil, termasuk gugatan class action, pertikaian asuransi, cedera pribadi yang serius, kematian yang salah dan litigasi bisnis. "Kami telah membangun reputasi kami dalam memperlakukan klien kami dengan rasa hormat dan memberi mereka vonis yang kuat," kata Glago.

"Ketika kamu memperlakukan orang seperti keluarga, kamu membentuk koneksi dengan mereka dan kamu ingin melakukan segala yang kamu bisa untuk membuat mereka utuh kembali," katanya.

Pada 2017, Firma Hukum Glago mendapat peringkat regional sebagai firma hukum teratas dalam praktik litigasi cedera pribadi oleh AS. News , Pengacara Terbaik dalam kategori "Firma Hukum Terbaik."

Perusahaan mendapatkan perbedaan yang sama untuk tahun 2018. Hari ini ia terus mendapatkan aliran pujian dari klien dan rekan-rekannya. "Kami berutang keberhasilan kami untuk memiliki pengacara, paralegal dan staf pendukung yang berpengalaman yang semuanya percaya pada apa yang mereka lakukan dan bersemangat untuk memberikan perwakilan terbaik untuk klien kami," kata Glago.

Mind set Keluarga Kompassion Breed

Bukan kebetulan bahwa para pengacara dan staf yang bekerja di Glago Law Firm berbagi etika kerja yang sama dan terinspirasi oleh belas kasih.

Menurut pengacara Jatavian Williams, yang berada di tahun kelimanya di perusahaan, adalah keluarga yang menginspirasinya untuk bekerja keras untuk kliennya. "Ibuku meninggal karena kanker perut ketika aku berusia 4 tahun, dan aku ditempatkan dalam perawatan nenekku," katanya. “Pada waktu itu, nenek saya bekerja sebagai pembantu rumah tangga untuk pengacara cedera pribadi. Dia membantunya menemukan bahwa kematian ibuku dipercepat karena dokternya meresepkan obat yang salah. Setelah nenek saya mengajukan dan memenangkan kasusnya, ada cukup uang untuk mengirim saya ke perguruan tinggi. Saya menjadi pengacara karena saya melihat kebutuhan untuk membantu orang-orang seperti nenek saya.  Ini adalah tingkat belas kasih yang memotivasi Williams untuk memenuhi kebutuhan kliennya.

Sementara Marissa  bekerja di sistem pengadilan. Saya harus tetap tidak memihak dan tidak bisa memberikan nasihat hukum. Saya sangat senang bahwa  saya dapat bertemu dengan klien dan menjadi suara dan advokat mereka ketika itu," ujarnya.***


 

Editor: SR7
TERBARU

Dapatkan informasi terbaru dari kami !
ikuti kami di :
Galeri Foto
Hubungi Kami
Alamat : Jl. Hang Nadim No.18, Sail, Pekanbaru 28282
0819 9123 7419
redaksi@suarariau.co
info@suarariau.co
2019 © info@suarariau.co All rights reserved
Redaksi | Pedoman Media Siber | Salam Redaksi