Tionghoa Peduli Covid-19 Berikan Sembako Kepada IGTKI Kecamatan Tenayan Yang Terdampak

  Oleh : Imelda Vinolia
   : info@suarariau.co
  29 Jun 2020 | 18:57 WIB
Pmberian sembako secara simbolis oleh relawan Tionghoa Peduli Covid-19 kepada pengurus IGTKI Pmberian sembako secara simbolis oleh relawan Tionghoa Peduli Covid-19 kepada pengurus IGTKI

SuaraRiau.co -Berbagai komponen masyarakat berkolaborasi atas nama Tionghoa Peduli Covid-19 memberikan paket bantuan sembako kepada para pendidik yang tergabung dalam Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) KecamatanTenayan Raya, Kota Pekanbaru pada Senin (29/6/2020) pagi. 

Komponen masyarakat yang peduli kepada warga yang terdampak ekonominya karena pandemi covid-19 yaitu Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Pekanbaru, Lions Club, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Wushu Indonesia, dan Marga Lie Pekanbaru.
 
Baksos yang dikoordinir oleh Agustina Lie dari PSMTI Kota Pekanbaru sekaligus pengurus di Perkumpulan Marga Lie Pekanbaru itu, yang dipusatkan di TK Titania Kid Jalan Gunung Raya, Kulim.

Ketua PITI (kedua kiri)  Jailani Tan bersama Ketua IGTKI Tanayan Raya (kedua kanan), saat memberikan sambutan.

Sebanyak 65 paket bantuan sosial tersebut diterima oleh para pengurus IGTKI Kecamatan Tenayan Raya dan kepala TK Titania. 

"Tenaga pendidik usia dini merupakan tenaga pendidik yang paling berdampak di masa pandemi covid-19 ini," ungkap Agustina Lie.

Info yang diterimanya, umumnya TK atau lembaga pendidikan usia dini di Pekanbaru didominasi swasta dan 80 persen tenaga pendidiknya merupakan guru kontrak. 

Dalam menjalani masa covid ini, khusus anak-anak usia dini bukanlah anak-anak yang mengerti untuk belajar secara online.

“Otomatis para guru usia dini itu menjadi tidak aktif. Berbeda dengan guru di jenjang sekolah dasar, menengah dan selanjutnya,” jelas Agustina. 

Beliau menambahkan, kebanyakan kelangsungan TK swasta sangat tergantung SPP untuk membayar gaji para guru. Jika sekarang anak-anak pendidikan usia dini tidak masuk sekolah karena covid-19, maka ada yang bayar SPP cuma separuh bahkan ada juga yang digratiskan, sehingga sekolah tidak bisa membayar gaji guru-guru tersebut. 

“Semoga bantuan ini dapat menopang ekonomi, paling tidak membantu keluarga, dan kami berharap ini bisa mengurangi beban guru-guru kita di Kecamatan Tenayan Raya ini," harap Agustina. 

Sementara itu ketua IGTKI Kecamatan Tenayan Raya Irina Lidya Bibra yang didampingi sekretaris IGTKI Tenaya Raya Nurhayati, dan Kepala TK Titania, Afnizawati mengatakan bahwa pengajuan bansos tersebut merupakan inisiasi IGTKI Tenayan Raya. 

Hal tersebut mengingat banyak guru TK merupakan tenaga honor ataupun kontrak, maka dengan tidak aktifnya kegiatan belajar dan mengajar guru TK sangat berdampak bagi para tenaga pendidik tersebut. 

Foto bersama Relawan Tionghoa Peduli Covid-19 dengan para Pengurus dan anggota IGTKI Tenayan Raya.

"Iuran anggota IGTKI sudah diberikan untuk membantu mengatasi dampak pandemi ini. Namun kami juga perlu aktif untuk mengatasi ketahanan sosial kehidupan para guru IGTKI di Kecamatan Tenayan Raya. Sebab, hampir 75 persen para gurunya sudah tidak menerima honor ataupun gaji, “jelas Irina. 

IGTKI sangat berterima kasih atas  bantuan paket dari Tionghoa Peduli yang sangat berarti tersebut, apalagi hingga saat ini belum ada bansos dari Pemerintah. 

Tampak turut hadir dalam baksos tersebut Harmin Tan, Jailani, Anthony, Dewi, dan lainnya.****


 

Editor: SR7
TERBARU

Dapatkan informasi terbaru dari kami !
ikuti kami di :
Galeri Foto
Hubungi Kami
Alamat : Jl. Hang Nadim No.18, Sail, Pekanbaru 28282
0819 9123 7419
redaksi@suarariau.co
info@suarariau.co
2019 © info@suarariau.co All rights reserved
Redaksi | Pedoman Media Siber | Salam Redaksi