Ini Kondisi Jalan Amblas dan Retak di Koto Alam Sumbar, Pengendara Diminta Berhati-hati

  Laporan : Suarariau.co
   : info@suarariau.co
  22 Dec 2019 | 15:40 WIB
Kondisi jalan yang retak di Km 161 Jorong Simpang Tigo, Nagari Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru/int Kondisi jalan yang retak di Km 161 Jorong Simpang Tigo, Nagari Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru/int

SuaraRiau.co -  BANGKINANG - Kendati ruas jalan yang menghubungkan Provinsi Riau-Sumatera Barat (Sumbar) tepatnya di Km 161 Jorong Simpang Tigo, Nagari Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumbar, mengalami retak sepanjang 30 meter, namun ruas jalan tersebut kini masih bisa dilewati kendaraan.

Kapolres Kampar, AKBP Mohammad Kholid, melalui Kepala Satuan Lalu Lintas, AKP Fauzi, Ahad (22/12/2019) mengatakan arus lalu lintas yang melewati jalur lintas barat, terpantau ramai dan lancar.

"Sampai saat ini jalur lintas barat bisa masih dilewati. Kondisi lalu lintas padat karena sedang pengerjaan jalan amblas atau retak oleh Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, red) Sumbar," ujar Fauzi, seperti dilansir dari Riaumandiri.id, Ahad siang.

Pihak kepolisian dari dua provinsi, baik Riau maupun Sumbar terus, terus saling berkoordinasi. Mereka melakukan pengaturan agar arus lalu lintas tetap lancar.

"Pihak Sat Lantas Polres Lima Puluh Kota melakukan pengaturan lalu lintas dengan sistem buka tutup," sebut AKP Fauzi.

Sementara pihaknya, kata Fauzi, terus melakukan imbauan agar pengendara selalu berhati-hati saat melewati jalur lalu lintas tersebut. Dia berharap pengendara untuk sabar dan mengendepankan budaya antre.

"Imbauan itu kita sampaikan melalu media sosial dan spanduk. Kita berharap semuanya tertib berlalu lintas," pungkas AKP Fauzi.

Diketahui, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur sejumlah daerah di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumbar. Setidaknya ada 8 kecamatan mengalami banjir dan longsor akibat tingginya curah hujan.

Yaitu, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kecamatan Kapur IX, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kecamatan Akabiluru, Kecamatan Guguak, Kecamatan Payakumbuh, Kecamatan Lareh Sago Halaban, dan Kecamatan Harau.

"Bencana banjir dan longsor menyebabkan beberapa badan jalan retak-retak dan putus, rumah tertimbun longsor, dan rumah warga terendam," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Agus Wibowo, dalam keterangannya, Sabtu (21/12) kemarin.***

 

Editor: SR5
TERBARU

Dapatkan informasi terbaru dari kami !
ikuti kami di :
Galeri Foto
Hubungi Kami
Alamat : Jl. Hang Nadim No.18, Sail, Pekanbaru 28282
0819 9123 7419
redaksi@suarariau.co
info@suarariau.co
2019 © info@suarariau.co All rights reserved
Redaksi | Pedoman Media Siber | Salam Redaksi